Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui transaksi digital menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam memperkuat kapasitas fiskal dan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Hal tersebut diungkap Asisten II Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. M. Ichsan Utiah SH yang mewakili Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi pada agenda High Level Meeting (HLM) di Hotel The Sentra Manado, Selasa (20/10/2026).
Pertemuan yang dibuka Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay itu membahas penguatan kapasitas fiskal melalui digitalisasi pajak, retribusi, dan transaksi pemerintah daerah.


Asisten II Ichsan mengatakan digitalisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas penerimaan daerah sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan keuangan.
“Digitalisasi PAD perlu dioptimalkan agar pembayaran pajak dan retribusi lebih mudah, penerimaan tercatat dengan baik, serta pengelolaan keuangan semakin transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Forum tersebut turut membahas perluasan kanal pembayaran digital, integrasi layanan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta peningkatan literasi digital dan koordinasi dengan perbankan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Bank Indonesia, dan perbankan akan menyusun rencana aksi terpadu dengan evaluasi berkala untuk memperkuat digitalisasi penerimaan daerah dan mendukung peningkatan pelayanan publik.