Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mulai mengembangkan enam kawasan pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026. Pencanangan pembangunan ditandai dengan groundbreaking secara simbolis oleh Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid di kawasan wisata Pantai Tersakiti, Desa Pinolantungan, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (12/10/2026).

Enam desa penerima program tersebut yakni Botuliodu, Pinolantungan, Tabilaa, Deaga, Modisi, dan Iligon. Program prioritas nasional ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas perikanan, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan nelayan.

Bupati Iskandar memberikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat kepada Bolsel untuk melaksanakan program tersebut. Ia menegaskan, pembangunan KNMP harus didukung seluruh pemangku kepentingan agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Bolsel. Karena itu, mari kita dukung bersama, kawal pelaksanaannya, dan jaga situasi daerah tetap aman serta kondusif,” ujar pimpinan daerah yang akan segera menyandang gelar doktor tersebut



Ia lalu menjelaskan KNMP akan menghadirkan fasilitas penunjang aktivitas nelayan, antara lain tambatan perahu, tempat pendaratan ikan, pabrik es portabel, serta kios perbekalan melaut. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu menjaga mutu hasil tangkapan sekaligus meningkatkan efektivitas kegiatan perikanan dari hulu hingga hilir.
Tak lupa, Bupati mengingatkan dinas terkait dan pelaksana agar memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu. Kepada pemerintah desa dan masyarakat penerima manfaat, ia berpesan agar fasilitas yang dibangun nantinya dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

“Setelah fasilitas ini selesai dibangun, mari kita jaga, rawat, dan manfaatkan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tegas orang nomor satu Bolsel ini.
Lanjutnya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, sejumlah program prioritas pemerintah pusat tetap hadir di Bolsel. Selain KNMP, program tersebut mencakup bedah rumah, revitalisasi pendidikan untuk 54 sekolah, pembangunan jalan melalui Instruksi Presiden di Desa Dumagin A, serta program transmigrasi di Kecamatan Pinolosian Tengah.

"Pemerintah daerah akan terus mengusulkan desa-desa pesisir lainnya agar berpeluang memperoleh program serupa pada tahun mendatang," ucap pemimpin pilihan rakyat ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Bolsel Boby Sampe SIK melaporkan bahwa pembangunan KNMP di Desa Momalia yang merupakan lokasi penerima program sebelumnya telah mencapai progres 100 persen. Fasilitas pabrik es di lokasi tersebut juga telah menjalani uji teknis.
Di tempat yang sama, Direktur Pelaksana KNMP Bolsel Tomy S. Mahmud menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat atas dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan yang telah dimulai sejak September 2026. Ia menekankan pentingnya kesiapan lahan dan akses jalan untuk menunjang pembangunan maupun operasional kawasan.
Desa Deaga disebut telah memenuhi aspek clear and clean, Desa Modisi telah menyiapkan akses jalan, sedangkan Desa Iligon masih dalam tahap pembersihan lahan. Adapun kesiapan akses jalan di Desa Tabilaa menjadi salah satu perhatian dalam mendukung kelancaran pembangunan.

Pelaksanaan pembangunan KNMP juga mendapatkan pendampingan dari unsur kejaksaan.
Acara turut dihadiri unsur Forkopimda, Danramil dan Kapolsek Bolaang Uki, Camat Bolaang Uk Muh. Musliem Gobel, Kepala Kantor Kementerian Agama Bolsel H. Muhm. Thaib Mokobombang SAg, MH, manajer PT Trans Sinergi Indonesia, perwakilan Kejaksaan Negeri Kotamobagu, penerima manfaat program KNMP, serta tokoh masyarakat.