Budaya hidup sehat dan lingkungan bebas asap rokok menjadi perhatian Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi. Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Sumber Daya Manusia bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, di Hotel Quality Manado, Kamis (11/9/2026).
Orang nomor satu Bolsel ini menilai penguatan layanan UBM di fasilitas kesehatan penting untuk membantu masyarakat meninggalkan kebiasaan merokok. Ia juga mendorong agar edukasi serupa diperluas ke sekolah-sekolah guna membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.

“Budayakan berhenti merokok. Di Bolsel kita sudah memiliki Perda yang mengatur hal tersebut. Ke depan, edukasi seperti ini juga harus diperluas ke sekolah-sekolah, termasuk kepada para guru, sehingga lingkungan sekolah benar-benar bebas dari asap rokok,” ujar pimpinan daerah yang akan segera menyandang gelar doktor ini.
Bupati juga mengajak seluruh jajaran kesehatan dan perangkat daerah menjadi bagian dari gerakan menciptakan lingkungan yang sehat, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, perkantoran hingga sekolah.

“Mari kita mulai dari lingkungan Dinas Kesehatan, Puskesmas, kantor-kantor sampai sekolah. Semua harus mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok,” tegasnya di hadapan Kepala Dinas Kesehatan Bolsel Saipul Botutihe SKM dan jajaran, perwakilan Dinas Kesehatan Prov. Sulut dan para peserta kegiatan.


Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 7–11 September 2026, tersebut merupakan kerja sama Dinas Kesehatan Bolsel dengan UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Prov. Sulut.
Kepala Bidang P2P Dinkes Bolsel Febrial Podomi dalam laporan menyebut kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan konseling UBM secara terstruktur dan berkelanjutan.

Sebanyak 30 tenaga kesehatan dari Puskesmas, RSUD dan penanggung jawab program Dinas Kesehatan mengikuti pelatihan ini. Peserta terdiri atas dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya yang diharapkan mampu membuka serta mengelola layanan konseling UBM di unit kerja masing-masing.