Barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berdiri dalam formasi, mengiringi langkah terakhir Marwan Makalalag SPd, sosok yang selama bertahun-tahun mendedikasikan dirinya melatih generasi muda di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Di bawah suasana duka, barisan Paskibraka melepas kepergian mantan pelatih mereka menuju tempat peristirahatan terakhir di pekuburan Desa Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (7/9/2026).
Prosesi pemakaman Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bolsel sekaligus Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) itu dipimpin langsung oleh Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi.

Penghormatan terakhir turut dihadiri Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, Sekretaris Daerah M. Arvan Ohy SSTP, MAP, para pejabat tinggi pratama, jajaran ASN, personel TNI-Polri, siswa-siswi, keluarga, handai taulan serta masyarakat.
Kepergian Almarhum Marwan Makalalag pada Minggu (6/9/2026) tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolsel. Ia meninggalkan jejak pengabdian yang tersebar di berbagai ruang kehidupan masyarakat.


Sebagai birokrat, almarhum pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan Pemkab Bolsel. Hingga akhir hayatnya, ia dipercaya mengemban dua tanggung jawab sekaligus sebagai Kepala Dinas Kominfo dan Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar.
Namun, Marwan Makalalag bukan hanya dikenal melalui jabatan yang pernah diembannya.
Ia adalah sosok yang enerjik dan mudah bergaul. Lingkar pengabdiannya terbentang dari birokrasi, olahraga, kepemudaan hingga organisasi kemasyarakatan.

Di dunia olahraga, Marwan Makalalag merupakan Sekretaris KONI Bolsel sekaligus dipercaya memimpin sejumlah induk organisasi cabang olahraga. Ia menjadi bagian dari dinamika pembinaan olahraga daerah, mendampingi atlet dan membangun koordinasi bersama para pelatih serta pengurus cabang olahraga.
Sementara di bidang pembinaan generasi muda, pengabdiannya sebagai pelatih Paskibraka selama bertahun-tahun membuat sosoknya dekat dengan para pelajar. Disiplin, ketegasan dan semangat kebangsaan menjadi bagian yang ditanamkannya kepada anak-anak muda yang dipersiapkan mengemban tugas pada momentum kenegaraan.
Pengabdian Marwan juga hadir dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Almarhum dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Bolsel, Ketua Syarikat Islam Bolsel, Ketua Badan Takmirul Masjid (BTM) Desa Molibagu, serta Presidium KAHMI Bolsel.

Beragam amanah tersebut menggambarkan luasnya ruang pengabdian Marwan. Ia hadir bukan hanya sebagai pejabat pemerintah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif mengambil peran dalam berbagai bidang.
Bupati Iskandar mengatakan, Marwan merupakan sosok yang memiliki dedikasi dan semangat pengabdian yang tinggi terhadap daerah.
“Beliau adalah sosok yang enerjik, pekerja keras dan selalu siap menjalankan tugas. Banyak hal yang telah beliau berikan untuk daerah ini. Kita semua tentu kehilangan, tetapi pengabdian dan kebaikan beliau akan selalu kita kenang,” kenang Bupati Iskandar.

Sementara itu, Wabup Deddy mengingat Marwan sebagai pribadi yang memiliki pergaulan luas dan selalu hadir dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan.



“Pak Marwan adalah teman, sahabat sekaligus saudara bagi banyak orang. Beliau selalu hadir dengan energi dan semangatnya. Kepergian beliau meninggalkan kehilangan yang besar bagi kita semua,” ujar Ko' Deddy, sapaan akrab top eksekutif ini.
Hari itu, barisan Paskibraka yang pernah dilatihnya, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, para pelajar dan masyarakat berdiri bersama mengantarkan Marwan menuju peristirahatan terakhir.
Tidak ada lagi suara komando dari seorang pelatih. Tidak ada lagi langkah cepat seorang birokrat yang dikenal enerjik. Yang tersisa adalah kenangan tentang seseorang yang sepanjang hidupnya memilih untuk terus bergerak dan mengabdi.

Marwan Makalalag telah menuntaskan perjalanan hidupnya.
Tetapi jejaknya masih tertinggal—di antara barisan Paskibraka yang pernah dilatihnya, di lapangan tempat para atlet berjuang, di ruang-ruang birokrasi tempat ia mengabdi, serta di tengah masyarakat dan organisasi yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Selamat jalan, Pak Marwan Makalalag.
Pengabdianmu telah selesai, tetapi jejakmu akan tetap menjadi bagian dari cerita Bolsel.
Al-Fatihah.