Akurasi data menjadi kunci Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam memastikan program kesehatan berjalan tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, evaluasi program dan validasi data terus diperkuat, termasuk terhadap program pencegahan dan pengendalian penyakit.


Inilah salah satu poin stressing Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru SPt, MSi saat membuka kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Validasi Data Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bolsel di Swiss-Belhotel Manado, Selasa (6/10/2026).
Bupati Iskandar mengatakan evaluasi secara berkala penting untuk mengukur capaian program, mulai dari pengendalian penyakit menular, pencegahan stunting, penurunan angka kematian bayi hingga pemeriksaan kesehatan gratis yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat.

“Data yang akurat sangat penting karena menjadi dasar dalam menentukan kebijakan. Kita ingin setiap program kesehatan benar-benar terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar pimpinan daerah ini di hadapan Sekda M. Arvan Ohy SSTP, MAP, Kadis Kesehatan Saipul Botutihe SKM dan jajaran, para kepala Puskesmas serta tenaga kesehatan peserta kegiatan.
Ia menegaskan Puskesmas harus tetap menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan diminta menjaga disiplin, profesionalisme dan ketangguhan, serta tidak menjadikan persoalan penempatan maupun keterbatasan fasilitas sebagai alasan menurunkan kualitas pelayanan.

Pemkab Bolsel, lanjut Bupati, terus memperkuat dukungan sektor kesehatan melalui peningkatan sarana dan prasarana serta kapasitas tenaga kesehatan, termasuk menyiapkan tenaga perawat untuk layanan cuci darah, fasilitas Cath Lab dan bank darah.
Di tengah efisiensi anggaran sekitar Rp. 24 miliar, pemerintah daerah tetap berupaya memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk pelayanan kesehatan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan tenaga kesehatan, termasuk kepastian status kepegawaian tenaga kesehatan PPPK melalui kebijakan pemerintah pusat.

“Dengan kondisi fiskal yang ada, kita tetap harus memaksimalkan apa yang tersedia. Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas,” ucap duet sehati Wabup Deddy Abdul Hamid ini.
Selanjutnya, Bupati berharap hasil monitoring, evaluasi dan validasi dapat menghasilkan data yang akurat sebagai pijakan dalam menentukan kebijakan dan program kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.