Semangat persaudaraan dan kebersamaan mewarnai pembukaan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-177 Kecamatan Bolaang Uki yang dipusatkan di Alun-alun Bolaang Mongondow Selatan, Kecamatan Bolaang Uki, Rabu (21/10/2026).
Agenda ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid. Rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Mositabiana, Mosisandoba agu Mosihotona” diawali dengan gerak jalan dan karnaval budaya yang melibatkan peserta dari berbagai desa serta unsur masyarakat, sebagai wujud kebersamaan sekaligus pelestarian nilai-nilai budaya daerah.

Dalam sambutannya, Wabup Deddy menegaskan bahwa peringatan HUT ke-177 Bolaang Uki merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan hingga Bolaang Uki berkembang menjadi ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.


“Peringatan ini mengingatkan kita untuk menghargai jasa para pendahulu sekaligus melanjutkan perjuangan mereka melalui kerja nyata. Persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan harus terus kita jaga sebagai kekuatan dalam membangun daerah,” ujar pimpinan daerah tersebut.
Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah desa, perangkat daerah, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme dan partisipasi masyarakat mencerminkan kuatnya semangat gotong royong yang tetap terpelihara, meskipun pelaksanaan kegiatan berlangsung di tengah kebijakan efisiensi.


“Di tengah keterbatasan, kita tetap bisa merayakan hari bersejarah ini dengan semangat kebersamaan. Yang terpenting bukan kemeriahan semata, tetapi bagaimana kita menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah,” imbuhnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-177 Bolaang Uki juga diisi dengan doa bersama untuk mengenang dan mendoakan para pendahulu serta almarhum yang telah berjasa dalam pembangunan wilayah tersebut.


Wabup Deddy lalu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara semangat persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Ia menekankan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong keberlanjutan pembangunan daerah.
“Jangan biarkan perbedaan memisahkan kita. Mari terus bergandengan tangan, saling menghargai, dan bekerja bersama demi kemajuan Bolaang Uki dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya di hadapan seluruh hadirin.