Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menyatakan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka stunting di daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Bolaang Deddy Abdul Hamid saat menghadiri Rapat Konsolidasi Pelaksanaan Program MBG yang digelar di Hotel Sentra, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), di antaranya Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sanjaya dan Deputi Bidang Pengawasan dan Pemantauan BGN Dadang Hendrayudha. Hadir pula, perwakilan Pemprov Sulut serta para kepala daerah se-Sulut.


Rapat konsolidasi tersebut membahas penguatan koordinasi pusat dan daerah dalam implementasi Program MBG, mulai dari kesiapan distribusi, standardisasi gizi, penguatan Satgas, hingga sinkronisasi data penerima manfaat.
Dalam pemaparannya, BGN menekankan bahwa sasaran prioritas program adalah kelompok rentan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai upaya percepatan penanganan stunting.

Selain itu, BGN juga mendorong penguatan tata kelola program melalui pembentukan Satgas daerah, pelibatan relawan, pemanfaatan bahan pangan lokal, hingga penerapan sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan di setiap SPPG.
Wabup Deddy dalam momen tersebut menegaskan bahwa Pemkab Bolsel siap bersinergi menyukseskan program nasional tersebut, termasuk dalam mendukung operasional pelayanan gizi di daerah.

“Program MBG merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus menekan prevalensi stunting, khususnya bagi generasi muda di Bolsel,” ujar top eksekutif ini.
Ia menambahkan, Pemkab Bolsel mendukung penuh penguatan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami berharap setiap kendala teknis di lapangan, terutama terkait operasional dapur SPPG, dapat segera mendapat petunjuk dan solusi sehingga pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat tidak terhambat,” tandas pasangan sehati Bupati Iskandar Kamaru itu.