Arah pembangunan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan pada tahun 2027 mulai diformulasikan. Hal itu ditandai dengan penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 oleh Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi dalam Rapat Paripurna DPRD Bolsel yang digelar di Ruang Sidang Paripurna DPRD, Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (20/7/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Ir. Arifin Olii bersama unsur pimpinan dan dihadiri Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi bersama jajaran pimpinan perangkat daerah serta anggota DPRD lainnya.
Dalam pidatonya, Bupati Iskandar memberikan apresiasi kepada DPRD atas sinergi yang terus terjalin dalam setiap tahapan penyusunan anggaran daerah. Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci lahirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Saya berharap seluruh proses perencanaan dapat berjalan lancar serta kita memiliki kesamaan persepsi dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat," ujar top eksekutif ini.

Lanjut dijelaskannya, rancangan KUA dan PPAS T.A 2027 disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sekaligus memperhatikan berbagai dinamika dan kebutuhan masyarakat. Seluruh kebijakan tersebut akan diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang terukur agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, di antaranya penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 70,54. Atas dasar itu, arah kebijakan anggaran 2027 difokuskan pada penguatan daya saing daerah, pemberdayaan koperasi dan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,7 hingga 6,7 persen.

Pada forum ini, Bupati juga mengungkapkan adanya peluang kerja sama internasional setelah Pemerintah Jepang memberikan respons positif dengan mengundang pihak pemerintah daerah untuk memaparkan potensi sektor perikanan daerah di hadapan para wali kota di Jepang.
Kerja sama yang akan dibahas meliputi pengembangan perikanan lobster dan tuna, program magang bagi 200 pemuda Bolsel, pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih dan jalan, pemberdayaan sektor pertanian, hingga pengembangan potensi pariwisata daerah.

"Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar peluang kerja sama dengan Pemerintah Jepang dapat terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Bolaang Mongondow Selatan," pinta pasangan sehati Wabup Deddy Abdul Hamid ini.