Penguatan organisasi desa sebagai mitra pembangunan dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Hal itu mengemuka dalam konsolidasi bersama, pelantikan pengurus DPC Abpednas, Srikandi Jaga Desa, dan Aslinmas, serta musyawarah kecamatan di Lapangan Futsal Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Selasa (20/10/2026).
Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid menghadiri kegiatan tersebut bersama Plt. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Dr. Feri Tas SH, MHum, MSi, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Tasjrifin Halim SH, MH, jajaran pengurus organisasi tingkat provinsi, pimpinan perangkat daerah, camat, sangadi, serta ASN.


Dalam pelantikan tersebut, Wabup Deddy ditetapkan sebagai Ketua DPC Abpednas Bolsel, Ny. Hj. Selpian Kamaru-Manoppo sebagai Ketua DPC Srikandi Jaga Desa, dan Harmin Manoppo sebagai Ketua DPC Aslinmas.
Bupati Iskandar memberikan apresiasi atas terbentuknya organisasi tersebut dan meminta pengurus segera memperluas keanggotaan hingga tingkat kecamatan. Ia menegaskan, keberadaan organisasi harus diikuti kerja nyata dan sinergi dengan pemerintah serta aparat penegak hukum.

“Kepada pengurus Abpednas yang baru dilantik, saya minta segera membentuk keanggotaan di tingkat kecamatan. Organisasi ini harus menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar pimpinan daerah ini.
Lanjutnya, pelantikan tersebut merupakan momentum untuk memperkuat koordinasi dan memastikan program organisasi berjalan dengan sasaran yang jelas.
“Jangan berhenti pada pelantikan. Saya berharap seluruh pengurus aktif menjalankan tugas, membangun sinergi dengan pemerintah desa dan BPD, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar pemimpin pilihan rakyat ini.


Sementara itu, Plt. Kajati Sulut Feri Tas menyampaikan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia berharap Abpednas, Srikandi Jaga Desa, dan Aslinmas dapat menjalankan amanah dengan integritas serta membangun kolaborasi berkelanjutan bersama Kejaksaan dan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, Srikandi Jaga Desa berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan mendukung pembangunan desa, sedangkan Aslinmas menjadi wadah pengorganisasian anggota untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan. Adapun Abpednas diharapkan berkontribusi dalam penguatan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sesuai tugas dan fungsinya.
“Pelantikan ini merupakan awal untuk memperluas keanggotaan dan bekerja memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Setiap organisasi harus memiliki sasaran kerja yang jelas, dikelola secara tertib, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya program Jaga Desa untuk mendorong kesadaran hukum masyarakat, sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan desa yang baik melalui pembinaan dan pendampingan.
Selain penguatan program, pendataan anggota Aslinmas melalui aplikasi menjadi perhatian. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, anggota Aslinmas di Sulut yang tercatat dalam aplikasi berjumlah 1.207 orang. Pendataan dan pembaruan secara berkala dinilai penting agar keanggotaan teridentifikasi dengan baik dan pembinaan dapat berjalan lebih efektif.
Plt. Kajati meminta konsolidasi dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, disertai pemantauan perkembangan jumlah anggota. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Bolsel dan seluruh pihak yang menyukseskan kegiatan tersebut.

Sulawesi Utara diketahui menempati peringkat kedua nasional untuk Srikandi Jaga Desa. Capaian itu diharapkan menjadi motivasi bagi pengurus di Bolsel untuk memperluas jangkauan organisasi, meningkatkan koordinasi, dan menjalankan program yang terukur serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.