Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan di Masjid Islamic Center Bolsel, Desa Toluaya, Kecamatan Bolaang Uki, Kamis (27/8/2026), menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.
Hikmah Maulid disampaikan Ustadz Ahmad Ma’sum Maspeke yang mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan selalu melaksanakan dan menjaga sholat lima waktu.

“Meneladani Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan menjaga sholat lima waktu dan memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT serta sesama manusia,” ajaknya.
Sementara itu, Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi melalui Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Alsyafri U. Kadullah SPd, ME mengatakan peringatan Maulid hendaknya menjadi momentum untuk mengamalkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan.
“Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan, saling menghormati dan menghindari hal-hal yang dapat memecah persatuan,” kata Asisten I Alsyafri.

Terkait pelaksanaan Pemilihan Sangadi (Pilsang) serentak, ia mengimbau jajaran ASN untuk menjaga netralitas dan menjadi penengah di tengah masyarakat, bukan justru menjadi pihak yang memprovokasi.
“ASN harus menjadi penengah, bukan menjadi penghasut. Mari kita jaga persatuan dan kedamaian masyarakat. Perbedaan pilihan dalam Pilsang jangan sampai merusak hubungan kekeluargaan,” tegasnya.
Selain itu, birokrat dengan segudang pengalaman ini mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Menurutnya, kesiapsiagaan karhutla menjadi perhatian pemerintah daerah setelah Pemkab Bolsel mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Karhutla Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Gubernur Sulut di Manado, Rabu (26/8/2026).
“Berdasarkan data pemantauan satelit periode Juli-Agustus 2026, terdapat 1.119 titik panas di Sulawesi Utara. Bolsel tercatat memiliki 11 hotspot. Karena itu, semua harus siaga. Jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering. Jika melihat titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada pemerintah desa atau pihak terkait,” ujarnya.
Ia menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, tidak hanya pemerintah. Karena itu, kewaspadaan dan kepedulian bersama perlu terus ditingkatkan untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Akhirnya, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai penguat semangat kebersamaan, meningkatkan ibadah, menjaga persaudaraan serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Semangat keteladanan Rasulullah SAW harus kita hadirkan dalam kehidupan kita, termasuk dalam menjaga persatuan, menjaga lingkungan dan saling membantu dalam menghadapi berbagai tantangan,” pungkas Papa Koko, sapaan akrabnya.
