Menanggapi keluhan masyarakat terkait adanya fenomena antrean panjang dalam penyaluran BBM bersubsidi, Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU 74.957.09 Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki pada Kamis (3/9/2026) malam.
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM, khususnya solar dan Pertalite, berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Pada kesempatan itu, Bupati Iskandar didampingi Plt. Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Bolsel Marwan Makalalag SPd bersama Kepala Kesbangpol Harmin Manoppo. Di lokasi, Bupati berdialog langsung dengan pengelola SPBU untuk mengetahui kondisi stok dan kuota BBM bagi wilayah Bolsel.
“Kami mendapat keluhan dari masyarakat, termasuk nelayan dan petani, terkait antrean dan sulitnya mendapatkan solar. Karena itu, hari ini saya turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” kata pimpinan daerah ini.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pengelola SPBU, kata Bupati, kuota BBM untuk wilayah Bolsel dalam kondisi aman. Pemerintah daerah juga telah melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Dari hasil koordinasi dengan pengelola SPBU, kuota untuk Bolsel dinyatakan aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik atau melakukan pembelian secara berlebihan. Insya Allah dengan kuota yang tersedia, semua bisa mendapatkan BBM sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, untuk mendapatkan Pertalite dan solar. Karena itu, ia meminta masyarakat tetap tertib serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Top eksekutif ini juga meminta perangkat daerah terkait, terutama yang menerbitkan rekomendasi bagi petani dan nelayan, agar memastikan rekomendasi diberikan secara tepat kepada penerima yang memenuhi ketentuan.

“Saya minta perangkat daerah terkait benar-benar memastikan rekomendasi untuk petani dan nelayan diberikan secara tepat. Verifikasi harus dilakukan dengan baik agar BBM subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” pintanya.
Ia juga meminta pengelola SPBU memprioritaskan masyarakat Bolsel dan mengantisipasi adanya pembelian berulang atau aktivitas melangsir BBM.
Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan QR Code MyPertamina dalam pembelian BBM bersubsidi. Sistem tersebut dinilai penting untuk memastikan identitas pembeli, nomor polisi kendaraan dan kuota tercatat sehingga penyaluran lebih terkontrol.

Tak lupa, duet sehati Wabup Deddy Abdul Hamid ini mengajak jajaran Forkopimda Bolsel bersama perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan terhadap fenomena antrean serta distribusi BBM di wilayah Bolsel.
“Saya mengajak Forkopimda bersama-sama melakukan koordinasi dan pengawasan. Kita harus melihat persoalan ini secara bersama agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat dan penyaluran BBM tetap berjalan sesuai aturan,” tandas pemimpin pilihan rakyat ini.