Usai membuka giat diseminasi audit Stunting, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid didampingi Sekretaris Daerah M. Arvan Ohy SSTP, MAP melakukan peninjauan ke beberapa titik di Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng) dan Pinolosian Timur (Pintim) yang baru saja terlanda bencana banjir bandang pada Selasa kemarin.

Dari giat peninjauan ini, Wabup Deddy mendapatkan laporan bahwa bencana banjir yang baru saja terjadi ini berdampak cukup parah di mana penyebabnya adalah karena jebolnya dinding penahan air akibat tidak mampu lagj menahan volume air yang begitu melimpah karena curah hujan tinggi.
"Dari laporan masyarakat Desa Adow dan Torosik diketahui bahwa luapan air sungai masuk ke pemukiman pada pagi hari sehingga masyarakat sudah mengantisipasi. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa, namun rumah warga terendam air dan lumpur yang mengakibatkan perabotan dan alat rumah tangga lainnya sebagian besar tidak bisa diselamatkan," ujar Wabup Deddy di lokasi peninjauan, Rabu (14/8/2024).


Top eksekutif ini lalu melanjutkan peninjauan ke Desa Motandoi dan terus hingga ke Kecamatan Pintim. Di wilayah ini juga terpantau terkena dampak banjir yang cukup parah akibat jebolnya tanggul yang posisinya berdekatan dengan kantor Camat Pintim.
"Informasi dari masyarakat bahwa banjir yang terjadi kemarin setinggi kurang lebih dada orang dewasa mengakibatkan rumah warga terendam dan pipa air bersih terputus. Selain itu, aliran listrik di sini juga padam," ungkap Wabup yang kemudian meneruskan peninjauan ke desa Dayow dan Onggunoi, Kec. Pintim.

Dijelaskan Wabup, dalam peninjauan ini telah dilakukan pendataan oleh instansi teknis terkait sehingga nanti Pemda akan segera menyiapkan bantuan untuk secepat mungkin disalurkan kepada warga masyarakat yang terdampak bencana.
"Laporan dampak bencana yang masuk sudah didata oleh pihak BPBD dan setelah ini Pemda akan segera menindaklanjutinya agar supaya warga masyarakat yang terdampak dapat sesegera mungkin menerima bantuan," tegas pemimpin pilihan rakyat ini.

