Seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan diminta memperkuat koordinasi dan pengawasan terhadap berbagai isu strategis yang berpotensi berdampak kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Bolsel di Ruang Rapat Berkah, Kantor Bupati, Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (31/8/2026), yang dihadiri Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Ir. Ariffin Olii, Sekretaris Daerah M. Arvan Ohy SSTP, MAP, pejabat pimpinan tinggi pratama dan para camat.
Dalam rapat itu, Bupati Iskandar memaparkan perkembangan program strategis nasional, di antaranya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini berjumlah sembilan unit, terdiri atas lima unit telah beroperasi, satu siap beroperasi dan tiga siap dibangun.

Top eksekutif ini juga meminta kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ditingkatkan. Dari pemantauan terdapat 11 titik hotspot, namun hingga kini belum ditemukan kebakaran lahan di wilayah Bolsel. Pemkab telah mengingatkan para Sangadi agar mencegah masyarakat membuka lahan dengan cara membakar.

Sementara untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dari 56 unit yang ada, sebanyak 47 unit masih dalam proses pembangunan. Sejumlah unit yang telah siap berpotensi mengikuti agenda peresmian secara serentak oleh pemerintah pusat.

“Kita harus terus melakukan langkah antisipasi. Jangan sampai pembukaan lahan untuk perkebunan dilakukan dengan cara membakar, karena dapat menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” kata pimpinan daerah yang akan segera menyelesaikan studi program doktoralnya ini.
Terkait distribusi BBM bersubsidi bagi nelayan dan petani, Bupati meminta agar diawasi bersama oleh perangkat daerah dan aparat terkait. Ia juga menyampaikan kondisi LPG di Bolsel relatif lancar.

Di sektor pangan, Pemkab Bolsel menyiapkan Gerakan Pangan Murah pada Oktober, 5.600 paket pangan rumah tangga serta 25 ton cadangan pangan daerah. Pemerintah juga menerima rencana penyaluran 30 kilogram beras bagi 10 ribu kepala keluarga.
Bupati turut menyoroti aktivitas pertambangan di wilayah Tomini dan meminta kondisi tersebut ditindaklanjuti bersama, termasuk menyusul meningkatnya mobilitas orang dari luar daerah.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membaca setiap potensi persoalan sejak awal. Kalau koordinasi dan pengawasan kita kuat, banyak hal yang bisa kita cegah sebelum merugikan masyarakat,” ujar pemimpin pilihan rakyat ini.