Mengantisipasi potensi konflik dan gangguan keamanan menjelang Pemilihan Sangadi (Pilsang) 2026, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan memperkuat koordinasi pengawasan dan pengamanan melalui rapat koordinasi (Rakor) Panitia Daerah Pemilihan Sangadi bersama tim pengawas dari unsur kecamatan, Polres Bolsel, dan Kodim 1303.
Rapat yang merupakan lanjutan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Panitia Pilsang tersebut dibuka oleh Asisten Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Alsyafri Kadullah SPd, ME. Pembahasan difokuskan pada penerapan petunjuk teknis pencalonan dan pemilihan sangadi sesuai Surat Edaran Bupati Bolsel Nomor 100/893/IX/2026/Sekr.

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian, mulai dari pencegahan dan deteksi dini potensi konflik di desa penyelenggara, antisipasi kampanye hitam melalui media sosial dan akun palsu, hingga mitigasi risiko serta kesiapan tim pengamanan.
Dalam rapat ini, Asisten I Alsyafri menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.

“Koordinasi dan deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah potensi konflik. Seluruh unsur perlu memperkuat pengawasan dan menyiapkan langkah mitigasi agar Pemilihan Sangadi berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujarnya dalam rapat yang digelar di Ruang Berkah, Kantor Bupati, Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Selasa (13/10/2026).

Melalui rakor ini, Pemkab Bolsel berharap seluruh pihak dapat menjalankan peran secara optimal sehingga pelaksanaan Pilsang 2026 di 16 desa berlangsung kondusif, demokratis, dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.