Ketua TP-PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Ny. Hj. Selpian Kamaru-Manoppo, dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bolsel setelah terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Bolsel di Guest House Pemkab Bolsel, Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Kamis (1/10/2026).
Hadir langsung dalam acara, Ketua PMI Provinsi Sulawesi Utara Dr. Fredrik Demmasabu beserta jajaran

Terpilihnya Ny. Selpian diharapkan memperkuat peran PMI Bolsel dalam pelayanan kemanusiaan, terutama penanganan kebencanaan, donor darah, pelayanan sosial, serta kegiatan kemanusiaan lainnya.
Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Ny. Selpian. Ia mendorong kepengurusan PMI yang baru untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memperluas pelayanan kemanusiaan di Bolsel.

“PMI memiliki peran penting dalam membantu masyarakat. Ke depan, kita ingin PMI Bolsel semakin aktif bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk mendorong terwujudnya bank darah di Bolsel dan mengaktifkan kembali Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah,” ujar pimpinan daerah ini
Menurutnya, keberadaan bank darah akan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat, sementara penguatan PMR di sekolah penting untuk menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial dan kesiapsiagaan sejak dini.


“Ini menjadi bagian dari target kita ke depan agar gerakan kemanusiaan tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi tumbuh menjadi budaya kepedulian di tengah masyarakat,” kata sosok yang dikenal dekat dengan semua kalangan ini.
Sementara itu, Ny. Selpian mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk membawa PMI Bolsel semakin aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Bersama seluruh jajaran dan relawan PMI, saya ingin memperkuat semangat kemanusiaan, memperluas pelayanan dan memastikan PMI hadir ketika masyarakat membutuhkan,” kata Ny. Selpian.
Ia mengajak seluruh unsur PMI, relawan, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk bersama-sama membangun gerakan kemanusiaan yang lebih kuat di Kabupaten Bolsel.

“PMI tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian semua pihak agar pelayanan kemanusiaan dapat berjalan semakin baik dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.